“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS At-Taubah: 103)

Juga dalam sebuah hadits diriwayatkan imam Tirmidzi, bahwa Rasulallah SAW bersabda: “Keluarkanlah olehmu sekalian zakat dari harta kamu sekalian “. Dan hadist dari Abu Hurairah ra, Rasulallah SAW bersabda : “ sedekah hanyalah dikeluarkan dari kelebihan / kebutuhan. Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah. Mulailah ( dalam membelanjakan harta ) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu.” ( HR. Ahmad ).

Apa itu zakat penghasilan?

Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan/penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%. Berdasarkan fatwa MUI, penghasilan yang dimaksud adalah pendapatan seperti gaji, honor, upah, jasa. Beberapa bidang penghasilan yang wajib zakat dijelaskan Majelis Ulama Indonesia, yang memiliki pendapatan rutin seperti karyawan swasta, pegawai, pejabat negara / PNS, maupun pendapatan tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, notaris, dan lainnya.

Berapa nishab zakat penghasilan?

Seperti dikutip di laman baznas.go.id, zakat penghasilan bisa ditunaikan dengan nishab perbulannya, yaitu setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas, dengan kadar 2,5% dari penghasilan seseorang.

Bagaimana cara menghitung zakat penghasilan?

Dibawah ini adalah contoh perhitungan zakat penghasilan yang dibayarkan.
Contoh: Jika harga emas pada hari ini Rp.935.000/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp.79.475.000.

Penghasilan Bapak A sebesar Rp. 15.000.000 / bulan, atau jika diakumulasi dalam setahun menjadi Rp.180.000.000. Karena jumlahnya sudah mencapai minimal nishab zakat penghasilan, maka Bapak A wajib membayar zakat.

Dari jumlah penghasilan diatas, jumlah zakat yang harus dikeluarkan apabila memiliki penghasilan Rp. 15.000.000 per bulan atau Rp.180.000.000 per tahun adalah: 2,5% x Rp. 15.000.000 = Rp. 375.000 per bulan. Atau jika ingin dibayar langsung 12 bulan sebesar Rp. 4.500.000.

Dengan demikian, berarti berapa minimal zakat penghasilan?
Jika penghasilan dalam setahun sebesar Rp.180.000.000, maka minimal zakat penghasilan yang Anda bayarkan sebesar Rp.375.000 per bulan.

Bagaimana cara membayar zakat penghasilan?

Anda dapat menyalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Bintan. Menawarkan beragam metode pembayaran, sehingga dapat memudahkan Anda untuk menunaikan zakat penghasilan. Mari tunaikan zakat penghasilan.

Alhamdulillah, waktu gajian sudah tiba. Setelah gigih bekerja mencari nafkah yang halal, inilah saatnya segala lelah terbalaskan. Tentu Sahabat sudah merencanakan alokasi pengeluaran bulan ini. Sebagian untuk membayar tagihan, sebagian untuk membeli kebutuhan sehari-hari, sebagian untuk ditabung atau diinvestasikan, dan… jangan lupa untuk menunaikan zakat!

Untuk mempermudah berzakat, berinfaq dan bersedekah kami menyediakan empat layanan khusus diantaranya :

  1. Layanan Jemput Zakat,Infaq dan Sedekah
  2. Pembayaran Zakat,Infaq dan Sedekah Melalui Rekening
  3. Pembayaran Zakat, Infaq dan Sedekah Melalui UPZ
  4. Layanan Konsultasi Zakat,Infaq dan Sedekah

Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah anda di BAZNAS Kabupaten Bintan melalui rekening :
REKENING ZAKAT

  • Bank Riau Kepri : 8210007621
  • Bank BRI : 722401015053538
  • Bank Syariah Indonesia : 7012749467

REKENING INFAQ

  • Bank Riau Kepri : 8212128099
  • Bank BRI : 354801007456538

Layanan Konsultasi
Email : baznaskab.bintan@baznas.go.id
CP : 082385508739 / 085264656261

Media Sosial
Facebook : BAZNAS Kabupaten Bintan
Instagram : BAZNAS Bintan
YouTube : BAZNAS Kabupaten Bintan
Website : https//: baznas.bintankab.go.id
Terimakasih☺️😊